“ KEMAUAN DAN KEYAKINAN “

  • Digg
  • Del.icio.us
  • Reddit
  • RSS



Bersyukurlah atas apa yang telah diberikan Allah SWT . Karena tidak setiap orang dapat merasakan nikmat memiliki kelengkapan tubuh seperti kalian . Namun ingatlah , besok , lusa atau satu detik dari sekarang Allah SWT dapat mencabut salah satu nikmat itu . Oleh karena itu , gunakanlah nikmat tersebut untuk hal – hal yang bermanfaat , tentunya untuk kebaikan terhadap sesama . Tapi , janganlah kalian berputus asa atas apa yang telah di berikan Allah SWT kepada kalian , karena yang pasti Allah maha tahu apa yang terbaik untuk kita . ?
Pada cerita kali ini saya terinspirasi dari saudara kita yang kurang beruntung , namun saya sangat kagum kepada mereka . Karena belum tentu kita yang sempurna ini dapat melakukan hal seperti apa yang mereka lakukan . Cobalah renungi sejenak , apabila satu hari saja kedua mata kita ini ditutup , begitu banyak hal yang mudah dilakukan akan terasa sangat sulit . Contohnya , Bagaimana kita bisa membaca jika kita tidak melihat tulisan ? Bagaimana kita bisa berjalan ke suatu tempat jika kita tidak bisa melihat jalan ? Dan masih banyak bagaimana – bagaimana lainnya jika saya jabarkan satu persatu yang biasa mudah kita lakukan akan terasa sulit . Dan cobalah renungkan sekali lagi , Jika kita tidak dapat melihat seumur hidup kita , apa yang akan kita lakukan ? Kebanyakan orang yang mengalami ini akan putus asa dan mengambil jalan pintas saja seperti bunuh diri . Naudzubillahiminzalik .

Namun saya sungguh kagum kepada saudara – saudara kita yang sejak lahir tidak dapat melihat indahnya dunia ini . Berbeda dengan kita , Kita yang di anugerahi kesempurnaan oleh Allah SWT , bisa melihat dan merasakan indahnya dunia ini . Kita bisa melihat Matahari , Bulan , Pantai , Danau , Gunung , Pohon – pohon yang menjulang tinggi , wajah yang tampan , wajah yang cantik , dan banyak sekali ciptaan – ciptaan Allah SWT yang takkan pernah habis jika kita berfikir . Tapi sangat disayangkan , nikmat yang Allah berikan kepada kita terkadang lebih banyak dilakukan untuk hal – hal yang tidak bermanfaat dan menjurus kemaksiatan . Namun disinilah Allah SWT memberikan nilai positif kepada saudara kita itu . Allah SWT tidak ingin jika orang – orang tersebut melihat hal – hal yang tidak bermanfaat dan akan di siksa di hari akhir nanti . Namun bukan hal itu yang akan saya sampaikan pada cerita saya kali ini .

Saudara kita itu sudah terbiasa berjalan kesuatu tempat tanpa harus tersesat dan dapat pulang kembali kerumahnya walaupun ia tidak melihat . Padahal banyak sekali hal – hal yang akan menghalanginya untuk dapat sampai ketempat tujuan . Seperti , jatuh ke suatu lubang , tersandung batu , membentur tembok , menabrak pagar , bahkan hal yang dapat mecelakan dirinya . Namun semua itu tidak menjadi halangan baginya . Mengapa demikian ? Kita bisa mengambil nilai positif dari cerita diatas .

Dalam hidup ini , kita selalu ditakutkan oleh sesuatu yang belum terjadi . Kita bisa mengibaratkan mimpi kita adalah tempat yang di tuju saudara kita . Dan rintangan yang akan menghalangi saudara kita untuk sampai ketempat tujuaannya adalah tantangan untuk mewujudkan mimpi kita . Kemauan untuk mewujudkan mimpi kita belum cukup jika tidak adanya keyakinan dalam mengarunginya . Adanya kemauan dari dalam diri adalah modal utama untuk mewujudkan mimpi kita . Kemauan dari dalam diri akan terwujud jika kita benar – benar menjalani dan merencanakannya dengan matang . Sehingga kita bisa dengan mudah mewujudkan mimpi kita . Sedangkan keyakinan adalah motivasi dari dalam diri kita bahwa kita akan menggapai mimpi kita .
Walaupun banyak sekali rintangan untuk mendapatkannya . Layaknya saudara kita tadi saat berjalan menuju suatu tempat , ia bisa saja tersesat , jatuh , bahkan mencelakakan dirinya . Namun walaupun begitu ia tetap yakin dan tegar , bahwa ia pasti dapat mencapai tempat tersebut . Begitu pula hidup ini , walaupun gagal ada di depan mata kita . Dengan keyakinan kita bisa meraih mimpi kita . Yakinlah Allah selalu bersama kita , Sehingga tidak ada rasa tiakut dalam diri kita . Yakinlah bahwa Allah akan menolong kita , dan akan mengulurkan tangan-Nya jika kita terjatuh .

Walaupun kita gagal menggapainya , ingatlah bahwa kita hanya terjatuh . Kita bisa bangkit kembali dan terus berjalan menuju mimpi kita .?

Prestasi dan Mimpi

  • Digg
  • Del.icio.us
  • Reddit
  • RSS



Ternyata menjadi sukses itu tak sesulit yang dibayangkan oleh kebanyakan orang. Sukses adalah sesuatu yang disikapi dengan perasaan positif, walaupun kenyataan yang ada teramat pahit sekalipun. Tentu tak seorang pun yang tak bermimpi untuk menjadi sukses, seperti kata orang bijak mimpi adalah awal untuk melangkah kepada kenyataan. Jika telah bermimpi untuk sukses, maka langkah selanjutnya adalah mau dan berani untuk memulai dan memilih usaha-usaha menuju sukses.
Sukses bisa dikatakan juga bagai kepuasan batin, keberhasilan fisik secara finansial, spiritual dan juga intelektual. Nah, dengan usaha-usaha yang gigih tentunya maka dapat membuahkan hasil. Usaha-usaha itu harus dilakukan sejak dini, dan memulainya juga dengan detik ini.
Ketika saya masih kecil, saya hanya berasal dari keluarga yang sederhana. Ayah hanyalah pegawai biasa dan ibu seorang guru. Selama masa sekolah, saya rajin ke sekolah dan juga membantu ibu berjualan di pasar sore harinya. Gaji ayah dan ibu yang pas-pasan harus ditopang dengan penghasilan lain, yaitu dari berjualan ini untuk sekedar memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Keluarga kami terdiri dari sebelas orang, dua orang tua (ayah dan ibu), dan sembilan orang anak yang kesemuanya butuh biaya untuk bersekolah. Bila dibandingkan dengan kebutuhan hidup dan gaji, maka akan pincang juga. Gaji tidaklah seberapa dibandingkan biaya kebutuhan hidup yang terus melambung tinggi. Saya telah melakukan usaha-usaha menuju sukses di kemudian hari, yaitu dengan bersekolah dan membantu ibu. Kala itu yang ada di dalam pikiran hanyalah untuk melihat ibu bahagia, tak lebih.
Dalam keadaan ekonomi keluarga yang pas-pasan, saudara saya menderita sakit. Ayah dan ibu tak punya cukup uang untuk membawanya berobat ke rumah sakit. Hingga pada akhirnya ia pun meninggal. Keadaan seperti ini juga terjadi dua kali dalam keluarga kami, dua tahun setelahnya saudara saya yang lain juga tak bisa tertolong lagi dengan penyakit yang sama, sakit paru-paru. Kini, kami hanya tinggal tujuh bersaudara. Sedapat mungkin, ayah dan ibu berusaha untuk tetap membiayai sekolah kami. Bukankah kalau kita menginginkan sesuatu, maka niat dan motivasi harus dikuatkan untuk mewujudkan semuanya. Inilah yang dilakukan oleh orang tua saya.
Usaha-usaha, niat dan motivasi yang tinggi. Terus-menerus belajar walaupun terkadang gagal. Bertahan menghadapi apapun, membiasakan diri dan bermental baja. Mengisi pikiran dengan mimpi, prestasi, harapan dan cita-cita. Tak boleh sekalipun mengisi pikiran dengan kemelaratan kehidupan dan kemalasan untuk berbuat dan bertindak. Inilah yang saya lakukan untuk menjadi berhasil dari hari ke hari.
Cita-cita dan impian saya sewaktu kecil sangat sederhana, hanya ingin menjadi seperti ibu. Oleh karena itulah, usaha-usaha yang saya lakukan adalah searah dengan ibu. Ibu adalah seorang guru di sebuah sekolah dasar negeri. Dulu ibu hanya tamat dari Sekolah Pendidikan Guru (SPG) yang dahulu adalah hanya sederajat SMA saja, tetapi saat ini untuk menjadi guru harus berasal dari perguruan tinggi dengan gelar Sarjana. Bagaimanakah hendak kuliah? Sedangkan untuk makan saja pun susah.
Dahulu saat masih sekolah, pergi dan pulang selalu berjalan kaki seberapa pun jauhnya. Ayah dan ibu tak pernah punya uang sekedar untuk memberikan ongkos naik angkot. Saat sekolah pun sering di hukum karena tak memiliki buku pegangan juga tak melunasi uang BP-3. Dan belum lagi setiap jam istirahat, kesibukan saya hanya membenamkan diri pada buku-buku di perpustakaan sekolah, baik di sekolah dasar, sekolah menengah pertama juga sekolah menengah atas. Membaca sebenarnya tidak terlalu menyenangkan di bandingkan menikmati sebatang es ganipo, tetapi itu saya lakukan hanya untuk menghindari teman yang akan mengajak untuk jajan di kantin karena memang tidak ada uang untuk membelinya. Bagaimanakah mau kuliah? Sedangkan saat SMA selalu tersendat-sendat setiap saat.
Harapan optimisme, dan memiliki visi inilah langkah awal kekuatan di dalam diri. Bukankah dimana ada kemauan, disitu ada jalan. Tentu Tuhan tak akan pernah memberikan sesuatu, jika seseorang malas untuk mencapainya. Inilah kebenaran abadi yang telah terbukti secara hakiki. Harapan optimisme yang membantu saya mencapai tujuan untuk kuliah setelah menamatkan SMA, tak memilih keinginan seperti kebanyakan teman-teman SMA saya yang ingin menikah saja dengan pacarnya. Saya harus menaikkan harkat, derajat dan martabat keluarga, inilah jalannya yaitu dari jalur pendidikan.
Orang tua saya pun menyetujui pilihan untuk berkuliah saja. Perkuliahan dijalankan dengan segala kendala yang cukup berarti, yaitu biaya. Jangan terjebak dalam kesalahan hidup yang ingin meraih tujuan secara instan dan cepat dengan menghasilkan banyak uang, namun hal inilah yang dipilih kebanyakan teman kuliah saya, menjadi “ayam kampus.” Tidak, sesekali tidak. Biarlah makan nasi dengan lauk garam dan kecap, daripada di cap yang bukan-bukan karena terdesak oleh keadaan. Biarlah baju yang melekat di badan dibeli dari pasar loak, asalkan bagian badan tak ada yang soak. Sesuatu kesuksesan dan menjadi besar, tidak akan pernah tercipta kecuali dimulai dengan sesuatu yang kecil pertama kali. Keberhasilan pada umumnya diwujudkan bukan oleh perubahan-perubahan takdir secara tiba-tiba tetapi bertahap dengan langkah-langkah sederhana namun dilakukan secara terus-menerus untuk sebuah perubahan ke arah yang lebih baik. Tetap bersabar dengan segala apa yang ada, namun bukan berarti menerima nasib begitu saja. Hidup adalah perjuangan, tanpa perjuangan yang ada hanyalah kematian.
Usaha-usaha untuk merealisasikan kesuksesan yang telah dirumuskan tentu membutuhkan perjuangan. Dan perjuangan itu tidaklah selalu mulus dan mudah, sering terjal mematikan. Bila sudah mencium hambatan yang nyaris membuat langkah berhenti, maka ingatlah tentang sebuah inspirasi yang mencerahkan. Inilah yang kerap terjadi pada diri saya. Bila transkrip nilai memburuk karena banyak membentuk ikatan carbon  (nilai C), maka sosok ibu itulah yang selalu menjadi suatu kekuatan tersendiri. Cita-cita menjadi guru, sama seperti ibu agaknya tak akan mungkin terjadi tetapi kemudian berubah menjadi mungkin terjadi. Dengan susah payah selama lebih kurang lima tahun menempuh pendidikan, akhirnya gelar S. Pd itu berhasil juga tercatat di belakang nama.
Cita-cita yang besar tentu juga beresiko mencapai tantangan yang besar, maka dengan segenap kemampuan taklukkanlah tantangan demi tantangan tersebut untuk mencapai tujuan. Alam pun telah menyediakan ruang bagi orang-orang yang tindakannya meraih pada suatu tujuan, atau dengan kata lain pada orang-orang yang memiliki tujuan. Itulah yang terjadi pada diri saya. Hanya empat bulan setelah wisuda, sebuah yayasan perguruan swasta memberikan impian itu. Saya diterima menjadi guru tentunya. Cita-cita hanyalah berupa cita-cita saja tanpa disertai rencana dan target yang maksimum, mimpi hanyalah menjadi mimpi seperti bunga tidur saja tanpa usaha untuk mencapainya. Maka impian, dan cita-cita itulah yang menentukan tujuan hidup. Ketika bermimpi dan memiliki cita-cita, maka saat itulah sebuah suratan takdir telah ditulis, dan nasib siap di cetak.
Saat ini saya sudah tahu, bahwa kebanyakan teman saya tak bisa merealisasikan tujuannya untuk menamatkan kuliahnya hanya karena tidak fokus ataupun tidak berkonsentrasi pada satu tujuan. Hanya sibuk mencari kesana kemari, tetapi idak merumuskan untuk menguasai hal yang diinginkannya. Memang saya sadar sepenuhnya, tujuan bukan klimaks dari seluruh cita-cita. Saat ini memang saya telah berhasil mencapai cita-cita saya untuk menjadi guru, tetapi tujuan harus terus diarahkan untuk bergerak maju dan membuat tujuan hidup sebanyak mungkin juga harus selalu menambahnya setiap saat. Menjadi guru telah membantu saya mewujudkan separuh cita-cita, tetapi tujuan belumlah sampai. Harus mengangkat harkat, derajat dan martabat keluarga. Harus bisa membahagiakan orang tua, itulah tujuan yang hakiki pada diri saya.
Saya memang telah bisa menikmati nasi dengan lauk, bahkan membelikan keluarga sekedar wisata kuliner seperti menikmati menu ayam penyet atau juga pecel lele yang berasal dari pulau Jawa. Saya juga telah bisa membeli baju dari sebuah mall, tak lagi dari pasar loak seperti dahulu. Namun cita-cita yang lebih tinggi dan tujuan hidup untuk menuju ke arah yang lebih baik lagi tidak boleh lantas terkubur oleh kejadian sekarang yang sedang terjadi.
Nasib telah berubah dengan merubah diri. Dalam berbagai hal yang paling baik adalah harus melakukan sesuatu, sebab bila tak melakukan sesuatu adalah hal yang paling buruk. Saya mencoba menjadi pemimpi lagi setelah ini, yaitu menjadi kepala sekolah. Inilah sebuah ide yang muncul dan akan saya masukkan dalam pikiran. Menjadi kepala sekolah adalah kebutuhan utama bagi kemajuan di depan dan semangat yang harus selalu dihidupkan agar pikiran tidak menjadi kerdil. Yup, cara terbaik untuk berprestasi di masa depan adalah menemukannya sekarang juga. Walaupun susah, tetapi jangan pernah melupakan harapan, keyakinan, kepercayaan dan kemenangan. Ada optimisme dalam diri, inilah prestasi.
Sekali lagi, jangan terjebak dalam kesalahan hidup. Tidak boleh meraih tujuan secara singkat, instant dan secara langsung menjadi besar layaknya seperti aksi pesulap yang dapat mentransformasikan bentuk khayalan menjadi kenyataan di depan mata.
Bukankah sesuatu yang besar itu tidak akan pernah tercipta jika tak dimulai dengan sesuatu yamg kecil terlebih dahulu. Tidak ada sukses yang mendadak, semuanya dimulai dengan langkah-langkah kecil tetapi dilakukan secara terus-menerus menapaki langkah teratas. Apa yang dipikirkan hari ini tentu akan mencetak nasib di kemudian hari. Bukankah begitu?

Ikhlas untuk Memaafkan

  • Digg
  • Del.icio.us
  • Reddit
  • RSS


Ikhlas memaafkan kesalahan  orang lain adalah suatu perbuatan yang tidak mudah, apalagi jika kesalahan yang dibuatnya adalah suatu kesengajaan untuk menyakiti hati kita. Tapi percayalah keikhlasan kita memaafkan orang yang berbuat salah pada kita akan membuat kita lebih tenang dalam menjalani kehidupan ini.
Sembilan tahun yang lalu aku adalah seorang ibu muda yang masih belajar untuk mengendalikan emosi dalam menjalani hidup berumah tangga. Aku dikaruniai seorang putri. Kami tinggal disalah satu kompleks perumahan yang rata2 dihuni oleh pasangan muda yang masing2 juga punya anak yang sebaya.

Mungkin ada saja orang yang selalu merasa lebih kaya, lebih alim, dan lebih pintar dari kita. Aku adalah orang yang bisa dibilang disepelekan oleh salah satu tetangga. Sering tahu2 diam dan nggak mau menyapa tanpa tahu aku salah apa, dan anakku selalu menangis jika bermain dan disitu ada anaknya dia.
Kubesarkan hati untuk selalu menyapanya, memberinya sesuatu untuk menghilangkan kebenciannya meski aku tak pernah tahu apa yang membuatnya marah atau membenciku, berdoa adalah kunci kekuatan hatiku, karena aku tahu Allah itu tidak pernah tidur, Allah maha melihat, juga maha mendengar.
Kadang aku bertanya pada diriku sendiri mungkinkah karena aku termasuk orang yang tidak mampu saat itu, tapi sudahlah kukubur semua prasangka burukku,karena aku nggak mau prasangkaku akan menjadi bumerang padaku dan keluargaku. Aku hanya yakin satu hal bahwa aku masih punya Tuhan yang tidak pernah meninggalkanku yang selalu akan mendengar doa2 setiap hambanya.
Waktu terus berlalu, dan Tuhan pun menjawab doaku. Suatu hari dia datang dan meminta maaf padaku. Meski aku tahu mungkin masih ada perasaan malu untuk mengakui kesalahannya. Aku rasanya berada di ujung langit yang begitu tinggi, karana aku telah menundukkannya dengan dia datang ke rumah dan mengucap kata maaf di depanku.
Semula susah sekali melupakan begitu saja kesalahan2 dan sikap2 nya yang selalu menyepelekanku apalagi terhadap anakku. Meski sampai sekarang aku tak pernah tahu apa yang membuatnya bersikap begitu. Apakah karena dia merasa lebih dan lebih di bandingkan aku, aku tak pernah menanyakannya. Dan bagiku itu tak perlu kutanyakan.
Kutanggapi permintaan maafnya dengan senyuman, meski dalam dadaku berkecamuk perasaan yang tidak karuan, antara ya dan tidak. Karena sembilan tahun bukanlah waktu yang singkat untuk kita bersabar menghadapi kelakuannya padaku dan anakku.

Untuk memunculkan keikhlasan dalam diriku tidaklah mudah. Beberapa malam susah pejamkan mata, susah khusyuk dalam sholat. Kusembunyikan p erasaan gundahku dari pandangan suamiku. Sampai suatu hari kusadari bahwa aku harus benar2 ikhlas memaafkannya, baru kurasakan ketenangan dalam hidup. Kuhilangkan perasaanku yang merasa menang atas permintaan maafnya padaku.
Aku yakin jika kita selalu ikhlas memaafkan kesalahan orang lain, kita akan selalu menemukan kemudahan, paling tidak untuk ketenangan batin kita, agar tidak selalu diselimuti oleh dendam.

Dan satu yang paling penting adalah kekuatan doa dan kesabaran adalah kunci dari keikhalasan untuk memaafkan setiap kesalahan

SEGELAS SUSU

  • Digg
  • Del.icio.us
  • Reddit
  • RSS


Suatu hari, seorang anak miskin yang berjualan dari rumah ke rumah untuk membiayai sekolahnya merasa sangat lapar tapi hanya mempunyai uang satu sen. Ia memutuskan untuk meminta makanan dirumah berikutnya,namun segr kehilangan keberaniannya ketika seorang gadis cantik membukakan pintu.Sebagai gantinya ia minta air.
Gadis itu melihat bahwa si anaka kecil tampak kelaparan ,ia lalu membawakan segelas besar susu. Anak itupun meminumnya perlahan-lahan.
“Berapa harus kubayar segelas susu ini?’ kata anak itu
“Kau tidak harus membayar apa-apa,”jawab sigadis.
“ibu melarangku menerima pembayaran atas kebaikan yang kulakukan .”
“Bila demikian, kuucapkan terima kasih banyak dari lubuk hatiku.”
Howard Kelly lalu meninggalkan rumah itu. Ia tidak saja merasa lebih kuat badannya,tapi keyakinannya kepada Tuhan dan kepercayaannya pada sesama manusia menjadi semakin mantap.Sebelumnya ia merasa putus asa dan hendak menyerah pada nasib.
Beberapa tahun kemudian gadis itu menderita sakit parah.Para dokter setempat merasa kebingungan sewaktu mendiagnosa penyakitnya.Mereka lalu mengirimnya kekota besar dan mengundang beberapa dokter ahli untuk mempelajari penyakit langka si pasien.Dokter Howard Kelly akhirnya dipanggil keruang konsultasi untuk dimintai pendapat.
Ketika mendengar kota asal si pasien, terlihat pancaran aneh dimata Dokter Kelly.
Ia segera bangkit lalu berjalan di lorong rumah sakit dengan berpakaian dokter untuk menemui si pasien. Dokter Kelly segera mengenali wanita sakit itu.ia lalu kembali keruang konsultasi dengan tekat untuk menyelmatkan  nyawanya.
Sejak saat itu Dokter Kelly memberikan perhatian khusus pada kasus si pasien.Setelah dirawat cukup lama akhirnya si pashien bisa disembuhkan.Dokter Kelly meminta kepada bagian keungan agar tagihan rumah sakit diajukan padanya dahulu untuk disetujui sebelum diserahkan pada si pasien.
Nota tagihanpun kemudian dikirimkan kekantor Dokter Kelly. Ia mengamati sejenak lalu menuliskan sesuatu dipinggirnya. Tagihan itu kemudian dikirimkan kekamar pasien.
Si pasien taakut membuka amplop nota tagihan karena yakin bahwa untuk dapat melunasinya ia harus menghabiskan sisa umurnya.
Akhirnya tagihan itu dibuka dan pandangannya segera tertuju pada tulisan dipinggir tagihan itu:
      Telah dibayar LUNAS dengan segelas susu.
      Tertanda
Dr Howard Kelly
Air mata bahagia membanjiri mata si pasien, ia berkata dalam hati “Terimakasih Tuhan, Cinta mu telah tersebar luas lewat hati dan tangan manusia.”